hit counters
Highlight Warta

Siswa SMK Pertanian Pembangunan Lembang Mendemo Kepseknya!

LEMBANG.CO – Ratusan siswa dengan dukungan alumninya berdemo menuntut transparansi pengelolaan keuangan di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang, KBB, Rabu, 22 November 2017. Mereka mempersoalkan kinerja dan integritas kepala sekolah (Kepsek)-nya.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, Seorang siswa kelas XII, Raden Ferdiansyah Nugraha (17) menceritakan demo ini. Unjuk rasa dilakukan karena para siswa merasa ada kejanggalan dalam hal keuangan, kedisiplinan, dan sistem pembelajaran. Dia mencontohkan, setiap siswa dipungut biaya Rp 180 ribu per tahun untuk dana organisasi.

“Akan tetapi, setiap kali kami mengajukan dana untuk kegiatan, dari sekolah cuma memberi sedikit. Kami ingin tahu saldo dan penggunaan dananya, tapi enggak boleh. Jadi, uang itu enggak jelas output-nya. Belum lagi soal keuangan yang lainnya,” kata Raden di sela demontrasi.

Dalam hal kedisiplinan, kata dia, siswa menyoroti kebiasaan kepala sekolah dan sejumlah tenaga pendidik yang kerap terlambat dan tak hadir di sekolah. Terkait dengan sistem pembelajaran, siswa mempertanyakan program mengenai jeruk dekopon, yang membawa SMK PPN Lembang berprestasi dalam Lomba Kompetensi Siswa 2017.

“Itu program unggulan di Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, sedangkan siswa dari program studi ATPH enggak mempelajarinya. Malah untuk masuk ke tempat jeruk dekopon saja enggak boleh. Memang pernah ada dua siswa yg masuk, tapi mereka untuk lomba,” katanya.

Alumni: Buka Data Uang Tabungan!

Alumni SMK PPN Lembang, Taufik (18) menuturkan, pihak sekolah juga tak mamu membuka data mengenai tabungan siswa. Selain uang sekolah, setiap bulan siswa menyetorkan tabungan Rp 20 ribu untuk kelas X, Rp 40 ribu untuk kelas XI, dan Rp 50 ribu untuk kelas XII. Bahkan, sejumlah alumni tak menerima izasah karena belum melunasi uang sekolah.

“Kami enggak pernah tahu uang tabungan itu, karena dipakai untuk study tour, biaya wisuda, ujian nasional, dan kebutuhan lainnya. Saya dan kelompok saya pernah dapat uang pembinaan Rp 2 juta dari lomba cerdas cermat, tapi enggak pernah menerima. Sekolah malah meminta printer, katanya buat OSIS,” katanya.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni, Dodi Permana menambahkan, jabatan kepsesk juga menjadi pertanyaan, karena sesuai aturan harus memiliki pengalaman mengajar. “Sementara kepsek sekarang dulunya itu staf di Dinas Pendidikan Jabar. Sudah empat tahun beliau jadi kepsek, awalnya pelaksana tugas dulu,” ungkapnya.

Penjelasan Kepsek SMK PPN Lembang

Sementara itu, Kepala SMK PPN Lembang Siti Sadiah Yuningsih menyatakan, seperti umumnya sekolah, pengelolaan keuangan tak bisa dibuka sepenuhnya kepada para siswa. Meski begitu, dia menekankan, penggunaan anggaran sekolah selalu dilaporkan kepada orangtua siswa maupun pihak-pihak yang berwenang, seperti dari Badan Pemeriksa Keuangan maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Transparansi itu peruntukannya apa, kalau anggaran buat program ya kami laksanakan. Itu bisa terlihat dari hasilnya, ada prestasinya. SMK Pertanian Lembang sudah sering dapat juara. Kami juga melaksanakan program-program pemerintah, makanya SMK ini jadi sekolah rujukan atau ungggulan di bidang pertanian,” katanya.

Walau mengakui tak selalu berada di sekolah, dia menyebutkan bahwa aktivitasnya di luar sekolah juga cukup padat, karena harus melaksanakan tugas sebagai kepsek. “Kan banyak undangan juga. Mau duduk di sekolah saja, saya bisa, tapi sekolah ini enggak akan berkembang,” katanya.

Mengenai jeruk dekopon, dia menyatakan bahwa inovasi itu berawal dari inisiatifnya, ketika mendapati petani di sekitar Lembang membudidayakannya. Di sekolah, jeruk dekopon masih dilindungi untuk kepentingan riset, sehingga para siswa maupun guru tak bisa mempelajarinya.

“Ketika tempatnya sudah kondusif, itu bisa dimasukkan ke kurikulum. Ternyata, ketika tempatnya siap, jeruknya sedang berbuah. Jeruk itu inovasi dari petani dan petaninya saya angkat sebagai guru mitra. Untuk pembelajaran siswa, gurunya juga masih belum siap. Kemudian untuk izasah, kami malah menyilakan diambil juga lewat Facebook dan Instagram. Izasah itu juga kan jadi beban buat kami, karena harus menjaganya,” katanya.***

Foto: Unjuk Rasa/HENDRO HUSODO/PR – Para pelajar berunjuk rasa di SMK Pertanian Pembangunan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu, 22 November 2017. * Sumber: PR.

About the author

Lembang.CO

Lembang.CO

Lembang.CO menyajikan warta wisata wiraniaga Kawasan Wisata Lembang, KBB & sekitarnya. Bergabunglah menjadi citizen journalist. Kerjasama iklan, sponsorship & undang meliput hub: m.me/lembangCO