hit counters
Highlight Warta

Mengenal Sunda Megathrust, Ancaman Gempa dengan Kekuatan Sampai 9 SR

LEMBANG.CO – Setelah mengetahui arti nama-nama Sunda sebelumnya. Kini kita akan mengenal Sunda Megathrust, ancaman gempa dengan kekuatan sampai 9 SR (Skala Richter).

Untuk membayangkan dampak kekuatan gempa, jika ukuran <2.0 SR artinya gempa kecil yang tidak terasa, sedangkan paling tinggi 12.0-12.9 SR gempa yang bisa terasa di seluruh dunia. Contohnya saat tumbukan meteorit di semenanjung Yucatan, 65 juta tahun yang lalu yang membentuk kawah Chicxulub.

Gempa berkekuatan magnitudo 7.4 diikuti Tsunami terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) petang yang juga berdampak juga ke kota Palu. Terjadi fenomena likuifikasi yang mengakibatkan rumah-rumah dan tower seolah berjalan di atas bumi. Seketika tanah menggulung para korban dan mengubur bangunan yang dilaluinya.  Laporan situs Liputan6.com (6/10/2018) menyebut korban meninggal akibat gempa Palu dan Donggala bertambah jadi 1.558 orang.

Sunda megathrust adalah patahan yang membentang sekitar 5.500 km (3300 mil) dari Myanmar (Burma) di utara, berlari di sepanjang sisi barat daya Sumatera, ke selatan Jawa dan Bali sebelum diakhiri dekat Australia.

Jakarta dianggap berpotensi diguncang gempa besar dari Sunda Megathrust, dengan kekuatan hingga lebih 9 Skala Richter (SR). Dikutip Grid.ID dari Intisari, para pakar menyebut potensi tersebut berasal dari zona kegempaan atau seismic gap yang ada di sekitar Jakarta.

“Kekuatannya masih perdebatan di antara para pakar. Diperkirakan antara 8.1 SR hingga 9 SR,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati kepada BBC Indonesia, Jumat (2/3/2018).

Pusat pemerintahan juga berada di Jakarta, sehingga bayang-bayang gempa besar menjadi lebih disorot oleh masyarakat luas. Lihat posisi Sunda Megathrust dengan Bandung pada peta.

Guncangan yang dirasakan oleh warga Jakarta pada 23 Januari 2018 menimbulkan kepanikan besar walau pusat gempa berada di 91 km barat daya Lebak Banten.

Bukan tanpa alasan, guncangan yang ditimbulkan gempa ini membuat gedung-gedung tinggi di Jakarta bergoyang kencang.

Merespon kejadian saat itu, ahli geodesi kebumian Institut Teknologi Bandung, Iwan Meilano, kepada Kompas.com saat itu, mengatakan bahwa gempa Banten menandai aktivitas zona tektonik si selatan Jawa yang semakin meningkat.

Dikutip dari National Geographic Indonesia, aktivitas zona tektonik ini juga menegaskan apa yang tercantum pada Peta Gempa Bumi Nasional 2017.

Dalam peta tersebut disebut tentang potensi gempa berkekuatan M 8,7 yang mungkin terjadi di selatan Jawa Barat.

Sejalan dengan Iwan, Danny Hilman Natawidjaya, ahli gempa bumi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), juga mengkhawatirkan makin aktifnya zona tektonik di selatan Jawa tersebut.

Garut selatan, Jawa Barat diguncang gempa bumi berkekuatan 4.5 skala Richter (SR) pada 12 Juni 2018, sekitar pukul 14.05 WIB.

Gempa Tasikmalaya pada Jumat 15 Desember 2017 berkekuatan 7,3 SR itu berpusat di 42 kilometer Barat Daya Kawalu, wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat kemudian disusul gempa 6,9 SR. Menurut data BNPB, gempa Tasik turut menyebabkan 11 orang luka berat, 25 orang luka ringan, 451 rumah rusak berat, 579 rumah rusak sedang, dan 1.905 rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat kerusakan 46 unit sekolah/madrasah, 38 unit tempat ibadah, 9 kantor, serta 4 rumah sakit dan puskesmas.

Sumber: https://geology.com/records/largest-earthquake/

 

Catatan Wikipedia gempa terjadi saat gempa Aceh pada 26 Desember 2004 dengan kekuatan gempa 9.2 SR menjatuhkan korban 227.898 jiwa. Menempati urutan ke-3 gempa terdahsyat di dunia sejak tahun 1900 menurut Geology.com.

Pada peringkat ke-10, masih di Indonesia adalah gempa Nias-Simeulue dengan kekuatan 8.6 SR memakan korban 1300 jiwa pada 28 Maret 2005.

 

 

 

About the author

Lembang.CO

Lembang.CO

Lembang.CO menyajikan warta wisata wiraniaga Kawasan Wisata Lembang, KBB & sekitarnya. Bergabunglah menjadi citizen journalist. Kerjasama iklan, sponsorship & undang meliput hub: m.me/lembangCO

Add Comment

Click here to post a comment