hit counters
Opini Warga

Maut Mengintai Dibalik Pepohonan Maribaya – The Lodge

Antrian Kendaraan di Jalan Maribaya - Cibodas Sepanjang 5 - 7 Km.

Penulis: Indra Panigoro 

Sudah hampir seminggu lalu jalur Maribaya-Cibodaas digegerkan oleh kejadian memilukan yang merenggut satu korban jiwa. Dalam keadaan macet total, tiba-tiba dan tanpa diduga, pohon pinus besar tumbang dan menimpa penguna jalan. Satu pengguna motor tewas, dua mobil rusak parah, dan penumpangnya luka-luka.

Berita terkait: Pohon Tumbang Saat Cuaca Cerah di Maribaya 1 Orang Tewas

Mundur jauh lebih ke belakang, jalur yang sama, hanya berbeda jarak beratus meter, amblas. Jelas, sudah diguyur hujan, dilintasi bis besar yang bermuatan nona dan tuan yang katanya ingin berfoto ria di salah satu tempat wisata The Lodge. Akhirnya, jalan yang terletak diantara tebing ini ambrol, walaupun tak sampai habis, namun berakibat fatal bagi pengguna jalan. Amit-amitnya, terjadi longsor susulan lalu jalanan habis. Lantas kami pribumi, jika hendak pergi ke pasar atau saat mengantar komoditas lokal kami, mau lewat mana?

Baca juga: Berhati-hatilah Hujan Deras Sebabkan Jalan Maribaya Ambles

Sekedar informasi bapak/ibu, susu yang anak anda minum itu berasal dari desa kami. Sayuran, yang nyonya masak itu, hasil keringat petani desa kami. Jika akses jalan terputus, mungkin asupan nutrisi bapak/ibu sekeluarga jadi berkurang. Berapa banyak kerugian yang ditimbulkan?

Rekanku Reina Ayulia Rosadiana pernah mengungkapkan penyesalan dikirimannya “Tolong Tidak Datang Lagi Ke The Lodge, Maribaya”, betapa banyak pihak yang dirugikan, dan jumlah kerugian yang ditimbulkan jika akses jalan sampai terputus.

Rasanya di daam hati ini sangat jengkel sekali, jika saat hendak pergi kerja, harus terjebak dalam antrian panjang kendaraan di jalur yang berbahaya. Bus yang hampir mundur di tanjakan, belum lagi gerombolan pengendara motor (mereka menyebut dirinya bikers) luar kota ugal-ugalan seperti jalan punya moyangnya.

Sangat tidak perlu, jika sampai terjadi korban jiwa akibat manusia yang berbondong-bondong untuk dapat selfie saja. Coba Bung, anda lihat, dipinggirmu itu adalah tebing dan pepohonan yang menggantung. Bagaimana jika tiba-tiba mereka menimpamu dan keluargamu? Atau jurang yang disebelah kanan longsor tanpa diduga, mobil mewahmu yang masih nyicil bagaimana?

Tidak masalah, jika saya saat berangkat kerja harus pergi dua-tiga jam lebih awal lantaran macet. Namun, tolong fikirkan para petani, peternak sapi dan pemerah susu, anak sekolah, ibu yang hendak belaja ke pasar, dan pertimbangkan keselamatan keluarga anda.

Tidak ada apa-apa di desa kami, disini hanya kampung yang jalan nya butut, lubangnya dalam, dan jauh dari kota anda. Terima kasih.

Foto: Indra Panigoro / Reina Auliya

About the author

Lembang.CO

Lembang.CO

Lembang.CO menyajikan warta wisata wiraniaga Kawasan Wisata Lembang, KBB & sekitarnya. Bergabunglah menjadi citizen journalist. Kerjasama iklan, sponsorship & undang meliput hub: m.me/lembangCO

1 Comment

Click here to post a comment

  • kenapa jd ngomel sama yg datang? ngomel sama manajemen the lodge yg bikin tempat bisnis tanpa memerhatikan sarana dan prasarana, apa ini cuma black campaign ngiklanin the lodge? gaje ngomelnya di sini, demo aja sana, lebih nyata hasilnya