hit counters
Saba Desa

Mau Tau Asal Usul Nama Lembang? Ini Jawabannya!

LEMBANG.CO – Lembang, Kab. Bandung Barat (KBB) merupakan destinasi wisata yang sedang digemari wisatawan, terutama wisatawan lokal. Potensi wisatanya bisa dinikmati dari berbagai aspek, seperti alamnya, keanekaragaman wisata tematiknya, wisata edukasinya dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, ketika Lembang semakin dikenal, semakin banyak pula orang yang ingin mengetahui asal usul nama Lembang.

Sejak dulu kawasan  Lembang, Kab. Bandung Barat (KBB) tak hanya kaya akan wisata alamnya. Namun, daerah yang didirikan pada 1882 itu sarat akan peninggalan sejarah. Seperti halnya sejarah mengenai Junghuhn dan perkebunan kina dunia di Jayagiri Lembang, benteng Belanda di Gunung Putri Lembang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut Kamus Basa Sunda, cetakan ke-5 tahun 1985 terbitan Tarate Bandung,  Lémbang berarti (1) jukut lembang atau jenis-jenis rumput, (2) ngalémbangkeun (béas) artinya merendam wadah yang berisi beras agar kotorannya bisa mengambang di atas air.

Sementara KBBI daring Kemendikbud mengartikan lembang sebagai 3 kata sifat, yaitu lekuk (tentang tanah, dahi, dan sebagainya); menjadi rendah dan dalam (seperti tanah tempat air lalu); dan lembah, tanah rendah. Memang secara geografis Lembang merupakan daerah sisa genangan danau Bandung purba.

Jadi logis bila penamaan Lembang berasal dari kata “ngalembang”. Pada 1882, Lembang secara de facto didirikan sebagai distrik perkebunan teh. Namun sangat disayangkan saat ini tak ada bangunan yang tersisa di Lembang yang menunjukkan keberadaan produksi teh.

Padahal dulu, perkebunan teh terhampar di daerah Punclut, sedangkan pabriknya berada di daerah Ciumbuleuit. Tempat lainnya yang bersejarah di Lembang, yaitu bekas klinik malaria yang kini menjadi Puskesmas Jayagiri. Dulunya, klinik tersebut berupa tenda memanjang yang dikenal dengan sebutan “bivak”. “Namun, saat itu orang setempat menyebutnya ‘bewak’. Sekarang, menjadi Puskesmas Jayagiri.

Sebuah kampung di tengah kota Lembang, dinamai dari sebuah nama tokoh. Arim, ketua RT 03/13 Desa Lembang menyatakan bahwa kampung ini dahulunya milik tuan tanah pada zaman kolonial. Meski tak bisa menunjukkan nama tokoh lengkapnya, nyatanya kampung ini bernama Denser. Bisa jadi karena pengucapan warga lokal terhadap nama Denver, sebuah nama “old english” yang dipakai sebagai nama lelaki hingga tahun 1920-an.

Selain itu ada juga Taman Junghuhn di Desa Jayagiri, dan kondisi taman tersebut kini tidak terawat. Padahal, taman itu sebagai penghargaan terhadap Franz Wilhelm Junghuhn, ahli botani berkebangsaan Jerman yang mendedikasikan 20 tahun hidupnya untuk meneliti sejumlah gunung api di Pulau Jawa, termasuk Gunung Tangkubanparahu.

Junghuhn juga dikenal sebagai Bapak Kina atas jasanya menemukan obat antimalaria tersebut. Di Taman Junghuhn yang di dalamnya ada makam junghuhn, sebenarnya ada akses menuju bungker di mana bisa ditemukan benda-benda peninggalan Junghuhn. Namun, sejak tahun 1980-an, akses  menuju bunker itu ditutup karena sempat menelan korban jiwa.

Hanna (FYn)/ LembangCO

Foto: ARidw/ Ciburial / LembangCO

About the author

Lembang.CO

Lembang.CO

Lembang.CO menyajikan warta wisata wiraniaga Kawasan Wisata Lembang, KBB & sekitarnya. Bergabunglah menjadi citizen journalist. Kerjasama iklan, sponsorship & undang meliput hub: m.me/lembangCO

Add Comment

Click here to post a comment